You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
monorel istimewa
photo Doc - Beritajakarta.id

Jokowi: Monorel Masih Perlu Dikalkulasi

Pembangunan monorel di ibu kota yang hingga kini belum berjalan masih terus dipelajari Pemprov DKI. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku, mempelajari seluruh dokumen-yang telah diberikan oleh PT Jakarta Monorail (JM), karena perlu hati-hati dalam memutuskan proyek moda transportasi massal tersebut.

Monorel itu syarat-syaratnya sudah lengkap, tetapi masih ada yang perlu dikalkulasi, dihitung, dilihat, ini kehati-hatian kita

"Monorel itu syarat-syaratnya sudah lengkap, tetapi masih ada yang perlu dikalkulasi, dihitung, dilihat, ini kehati-hatian kita," kata Jokowi, Senin (26/5).

Jokowi mengatakan, dirinya sangat berhati-hati untuk memutuskan kelanjutan proses pembangunan monorel di ibu kota. Pria asal Solo ini mengaku, tidak ingin apabila sudah ditandatangani perjanjian kerjasama (PKS), justru muncul masalah di kemudian hari. Ia juga tidak mempermasalahkan jika sudah nonaktif sebagai gubernur, tetapi PKS monorel belum juga ditandatangani. Sebab, monorel juga sudah mangkrak sejak lama dan saat ini adalah upaya untuk menghidupkannya kembali.

Jokowi Tidak Persoalkan Monorel Mangkrak Lagi

"Tidak apa-apa. Memang dari dulu sudah mangkrak, mau kita hidupkan supaya hidup. Tapi sampai sekarang belum karena kehati-hatian. Kita harus betul-betul menghitung jangan sampai nanti kalau sudah ya, PKS-nya mangkrak. Tidak boleh, kalau sudah teken, harus jalan," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyebutkan, PT Jakarta Monorail (JM) belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Pemprov DKI baik soal depo maupun perhitungan rugi-laba.

"Kemarin sudah dipilih deponya di Tomang, tapi itu ruang terbuka. Jadi gak boleh, sehingga dipindahkan lagi. Pindah ke mana belum ketemu," ucap Jokowi.

Jokowi menambahkan, PT JM bisa memberikan masukan atau menentukan lokasi mana yang akan dibangun depo nantinya, tetapi semua keputusan tersebut Pemprov DKI yang menentukan. "Mereka bisa menyampaikan alternatif, tapi kita cek dulu dan belum tentu diterima. Keputusan terakhir tetap di Pemprov DKI," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2908 personAnita Karyati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye2335 personNurito
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1706 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1685 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1674 personDessy Suciati